See the pyramids around the Nile
Watch the sunrise from the tropic isle
Just remember darling all the while
You belong to me
See the market place in old Algiers
Send me photographs and souvenirs
Just remember when your dream appears
You belong to me
And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lone some too
Fly the ocean in a silver plane
See the jungle when its wets with rain
Just remember till you're home again
You belong to me
Ingin rasanya bisa senantiasa menulis, menuangkan seluruh isi kepala ini ke wadah ini. Ada banyak hal yang selalu terlintas dalam pikiranku. Namun aku merasa masih ‘sungkam’ untuk menumpahkannya disini. Walaupun sepertinya tidak ada orang yang sudi mampir tuk melihat blog ini, selain aku sendiri.
Aku berharap mulai bulan ini dan kedepannya bisa selalu mengisi blog ini setiap bulannya, apapun itu. Aku ingin mengaktifkan blog ini selama mungkin aku bisa. Aku menyukai blog ini, sangat menyukainya. Mungkin cukuplah aku menjaga blog ini saja, demikianlah seharusnya cara aku mengaguminya tanpa harus melibatkannya. Beginilah seharusnya aku, seperti aku yang dulu. Aku pernah mencoba melakukan apa yang biasa orang lakukan, dan setelahnya aku merasa itu bukanlah aku. Bagiku, ‘rasa’ itu tidak selamanya harus diungkapkan, tapi cukup dirasakan saja.
Aku bisa merasakannya, dengan apa-apa yang menjadi kebiasaannya. Walaupun yang aku ketahui hanyalah sedikit, bagiku cukuplah. Semua berawal darinya, nge Pesbuk, nge Twitt, nge Blog, nge Baca, dan beberapa nge-nge lainnya.
Saat ini, yang paling aku gemari adalah membaca novel. Sebelumnya aku bertanya-tanya, apa sih sebenarnya yang menarik dari novel itu. Kebanyakan ceritanya, bahkan hampir keseluruhan dari mereka itu hanyalah imajinasi-imajinasi dari pengarangnya. Cerita-cerita yang sungguh tidak nyata dan tidak masuk akal. Bagiku membaca buku-buku novel, hanyalah menyi-nyiakan waktu saja. Beberapa kali aku mencoba melihat-lihat di setiap toko buku yang aku datangi, novel-novel favorit yang biasa aku baca di blognya. Sungguh sangat tidak menarik bagiku. Namun saat beberapa waktu lalu saat aku mau pulang ke kendari, aku sempatkan singgah di toko buku di bandar udara Sultan Hasanuddin Makassar. Mencoba mencari buku buat menemani perjalananku selama di pesawat. Sekalian pikirku, harus ada buku yang aku bawa pulang seperti yang aku biasa lakukan. Dan akhirnya aku menemukan sebuah novel yang judulnya cukup menarik perhatianku “RINDU PURNAMA”. Sepertinya sisa satu-satunya di toko buku itu. Walaupun sepertinya novel itu sudah cukup lama, karena movienya juga sudah ditayangkan beberapa waktu sebelumnya. Tapi, seperti yang telah aku katakan tadi, judul novel itu sangat menarik perhatianku. Pikiranku tidak dapat aku alihkan untuk tidak memiliki buku itu. Dan akhirnya aku harus mengorek kocekku sedikit lebih dalam, karena di sini harganya tidak sama dengan harga di toko biasa, menurutku. Setelahnya aku mulai hunting novel, walaupun kadang masih terbesit pemikiran, ilmu yang bisa kudapat dari membaca novel tidaklah sebanyak yang aku dapatkan dari buku-buku yang biasa aku baca, namun aku tetap bisa mendapat hal yang positiv darinya.
Memang benar kata seorang teman, “jika kita sedang mengagumi, tanpa sadar kita akan berubah menjadi sepertinya”. Seperti yang kita saksikan di berbagai iklan. Produsen menggunakan jasa seorang artis, untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya, termasuk pengemar dari artis tersebut untuk memakai produknya. Hal itu aku rasakan pada diriku sendiri. Sangat mengagumkan pengaruh dari rasa mengagumi itu. Aku berharap bisa selalu memiliki rasa kagum ini, selamanya.
15 hari yang lalu sempat ngunduh korean drama rekomended sohib gw. Sebenarnya udah dari akhir taon kemarin di rekomendarikan ke gw, cman baru sempat dan kebetulan online bareng, jadi diingatkan sekalian. Judul movienya "Daisy". Disini diperlihatkan bagaimana cinta itu membuat seorang pecinta 'berubah' menjadi idolanya. Sebelumnya dunia itu asing buatnya, namun karena dunia itu merupakan dunia idolanya, maka ia pun memasukinya. Sang pecinta melakukan hal-hal yang disukai oleh idolanya. Cinta itu aku menjadi dirimu.
Ufff, dah lama g maen dimarih. Banyak yang ingin diceritakan, tapi karena penulisnya masih pemula, jadi bingung mulai dari mana. Sudah hampir 3 bulan ini g punya kegiatan. Setelah berhenti dari kegiatan sebelumnya. Masih mencari apapun yang bisa membuat diri ini sibuk lagi. Kegiatan yang sebelumnya, udah g kerasan di ikuti. Sebenarnya waktu ditinggalin akan ada banyak kegiatan lagi, tapi kenyamanan udah g dirasa seperti disaat awal-awal gw di ajak ikut nimbrung. Udah mencoba bertahan, tapi terlalu banyak pertimbangan yang membuat harus meninggalkannya. Ada juga ajakan dari tempat lain untuk ikut nimbrung, cman udah terlanjur g kerasan dengan kegiataan yang sama atau hampir sama. Lagian g enak ma tempat yang sebelumnya klo harus berpindah tempat. Akhirnya cara satu-satunya untuk menghindari tawaran-tawaran itu dengan kabur ke Makassar. Besok jadwal balik ke Kendari, tiket udah ditangan. G tau akan ngomong apa klo di tanyain nantinya.
Plan awalnya cman 1-2 minggu di Makassar, cman udah lama g ngumpul ma sodara, jd betah bertahan sampai 3 bulanan. Sedih benar rasanya harus pisah lagi ma sodara. Sewaktu di Kendari, orang yang paling ingin ku temui cman dia. Bisa berkumpul kembali kek seperti masa kuliah dulu. Seru banget klo diingat cerita jaman kuliah dulu ma sodara.
Cerita yang paling seru waktu mengalami kecelakaan motor saat perjalanan dari Makassar ke Barru. Aseem, giliran gw yang mengemudikan motor dari Pangkep ke Barru malah mengalami kecelakaan, padahal baru beberapa menit memulainya. Akhirnya dengan terpaksa Ire' harus melanjutkan mengemudikannya hingga ke Barru. Tiba di Barru, sodari gw yang ngajakin malah marahin gw, karena biarin sodara gw yang mengemudikan motor dari Makassar ke Barru, sedang gw enak-enakan di belakang. Pada hal kami mengalami kecelakaan yang membuat kaki kiri gw g bisa di gunain selama sebulan. Untung aja sodari gw itu seorang dokter, jd bisa merawat gw sampe pulih kembali. Pengalaman yang seru abiss.
Besok kembali ke kehidupan nyata, semoga ada pengalaman baru yang lebih menantang sebelum taon ini berganti.
Pertama kali melihat pic Presiden Iran Ahmadinejad, saat ditayangkan di Metro Tv. Bersamanya ditayangkan pula pic Presiden Chilie Sebastian Pinera yang berhasil menyelamatkan rakyatnya yang terjebak di dalam tanah pada lokasi pertambangan, dan Mantan Presiden Korsel Kim Young-Sam yang memilih menyumbangkan hartanya ke rakyatnya. Sungguh menetes air mata ini melihatnya, hati ini. ini pun bergetar. Masih adakah pemimpin yang bisa menjadi panutan buat mereka yang dipimpinnya. Apatah lagi untuk bangsa dan negara Indonesia ini, yang mana para pemimpin-pemimpinnya hanya berlomba-lomba mengumpulkan harta dengan berbagai cara dan alasan.
Tidur beralaskan karpet
Teringat akan kisah yang demikian saat awal-awal Islam dahulu. Kepemimpinan yang sederhana yang dicontohkan Rasulullah Saaw dan Imam Ali bin Abi Thalib As. Semoga kelak ada pemimpin yang bisa menjadi panutan bagi yang dipimpinnya.
Tak terasa sudah terlewat tahun 2010 dan tahun yang baru pun telah menjelang, 2011. Fiuh, seharusnya tidak perlu ada keluhan apalagi penyesalan. Karena hidup adalah pilihan dari masing-masing individu dalam menjalaninya. Dan semua pilihan terdapat konsekuensi atasnya. Demikianlah seharusnya. Yang patut dilakukan adalah mengevaluasi diri atas semua yang telah dicapai tahun sebelumnya. Kata bijaknya seperti demikian.
Setelah dievaluasi, sepertinya tidak butuh evaluasi deh. Bahasa sederhananya, tidak butuh kalkulator buat hitungan yang banyak ini, cukup pakai jari karena angkanya cuman satuan. Karena hasil yang dirasakan seperti jalan ditempat, mungkin juga berjalan mundur. Emang seh ada beberapa hasil yang positiv, tapi tidak melebihi dari hasil yang negativ(gagal). Wah gawat neh, sepetinya akan berat langkah buat tahun 2011 ini. Segala hal yang telah dirancang tahun 2010 cuman beberapa aja yang berjalan, itupun belum tuntas. Selebihnya melayang di alam mimpi.
Berharap tahun 2011 ini ada banyak perubahan yang dilakukan. Terutama tentang job (sangat sensitiv klo berbicara tentang ini). Karena hal yang satu ini, merupakan mata rantai akan semua hal yang ditelah direncanakan. Mungkin ini adalah bentuk dari pikiran yang sempit. Tapi begitulah keadaan yang terjadi saat ini. Walau pun saat ini kita telah memiliki penghasilan sendiri, namun karena statusnya belum tetap, maka status diri pun masih jobless. Begitu kata orang tua jika ditanya oleh keluarga atau kenalan. Mungkin ada juga benarnya.
Tapi ya sudahlah, mari kita mulai tahun baru dengan semangat baru, harapan baru, dan pastinya resolusi yang mungkin baru. Semangat.......